3 Balasan Bagi Orang Yang Meninggalkan Maksiat Dalam Pandangan Islam

Bismillahi Rahmani Rahim

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Allah Akan membalas 3 bagi yang meninggalkan

Jumansur.com– Dengan sengaja dan sungguh-sungguh kepada Allah dengan mengucap “Alhamdulillah”¬†atas semua nikmat-Nya seperti Nikmat , nikmat angin, nikmat api, nikmat cahaya, nikmat air, nikmat tumbuh-tumbuhan, nikmat binatang, dan nikmat iman dan taqwa.

Dengan Serius dan sungguh-sungguh senantiasa bersholawat kepada Rasulullah SAW dengan mengucapkan “Allahummasholli wasallim wabarik alaihi”¬†Karena shalawat merupakan tanda kemurahan dan hati yang suci karena di sinari dengan Nur Muhammad.

Lewat tulisan ini semoga mejadi ladan dari pesan-pesan kebaikan yang menjadi pembahasan pada dakwah yakni dengan judul 3 Balasan Bagi Orang Yang Meninggalkan Maksiat.

Rasulullah SAW bersabdah:

QAAL RASUULULLAHI SHOLLAHU ALAIHI WASALLAM; MANKHARAJA MINDZULLIL MA'SHIYATI ILAA ‘IZZIL THOO ‘ATI;

“Rasulullah Saw Bersabdah: barang siapa yang keluar dari kehinaan maksit maka menuju kepada kemuliaan taat maka:

Pertama: AGNAAHU ALLAHU TA'ALA MINGAIRI MAALIN

“Niscaya Allah akan memberikan kecukupan padanya walaupun bukan berupa (yaitu ketentraman hati)”

Jadi kabar gembira bagi orang yang meninggalkan maksiat maka Allah SWT akan memberikan kecukupan meskipun yang dimilikinya bukan berupa materi akan tetapi kekayaan dalam hati.

Karena kekayaan di hati itu yang sebenarnya di sebut orang kaya, sebab ketika memiliki kekayaan hati maka hidupnya akan mudah mendapatkan jalan rezki, sebab orang yang kaya hati akan banyak menyukainya.

Oleh karena beruntunglah orang yang menjauhi maksiat karena hidupnya akan tenang dan serta akan terbuka lebar-lebar berkah dari Allah SWT.

Kedua:WA AYYADAHUU MIN GAIRI JUNDIN

“Allah Akan memberikan bala tentara walau bukan bala tentara”

Masya Allah begitu maha kuasanya Allah hanya dengan meninggalkan maksiat maka Allah akan menganugrahi orang tersebut dengan kekuatan walaupun bukan bala tentara maksudnya Allah akan menjaganya dari berbagai kejahatan dan masalah kehidupan.

Itu berarti hidupnya akan selalu aman dan tentram karena kekuatan yang di mililkinya langsung dari Allah SWT.

Ketiga: AW A'AZZAHU MIN GAIRI ‘ASYIIRATIN

“Dan Allah akan memuliyakannya, walau tanpa banyak teman”

Alhamdulillah dengan melepaskan diri dari suasana bermaksiat maka Allah langsung memberikan kemuliaan walaupun bukan dari ukuran banyaknya orang menyukainya akan tetapi predikat mulia langsung di temapatkan Allah dalam dirinya.

Kalau hanya di penilaian manusia di katakan mulian belum tentu mulia di hadapan Allah berkedudukan mulia akan tetapi kalau sudah Allah yang maha mulia, telah memuliakannya maka sudah tetentu orang tersebut mulia di manapun dia berada.

Demikialah pembahasan ini semoga selalu istiqama menjaukan diri dari maksiat dan mengisi kehidupan dengan amal-amal sholeh, wallahu wa'lam bissawaf.

 

 

Jumansur, S. Pd.i